Kematian dan azab kubur (Mati Syahid)

1. Mati Syahid

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat muslim bersabda:

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, "RasululLah SAW bersabda: "Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian?" Para sahabat menjawab, "Wahai RasululLah, orang yang meninggal di jalan Allah itulah orang yang mati syahid." Beliau ﷺ bersabda: "Kalau begitu, sedikit sekali jumlah umatku yang mati syahid." Para sahabat berkata, "Lantas siapakah mereka wahai RasululLah?" Beliau ﷺ bersabda: "Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena penyakit kolera juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid."

Ada tiga (3) jenis mati syahid : 

Pertama : Mati syahid di dunia, namun bukan di akhirat. Artinya, seseorang mati di medan perang untuk mendapatkan dunia bukan untuk menegakkan agama Allah SWT.

Kedua : Mati syahid yang tidak dihitung di dunia tetapi di akhirat. Keadaan ini dicontohkan dengan mati karena tenggelam, ketiban benda yang rubuh, dan mati karena kecelakaan. Selain itu, mati syahid yang tidak dihitung di dunia tetapi di akhirat juga termasuk pada jenazah yang meninggal karena penyakit di perut, terbakar, ketika melahirkan, berada jauh dari tempat tinggal, dan karena semacam penyakit paru-paru.

Ketiga: Mati syahid di dunia maupun di akhirat. Artinya, orang yang melakukan ini mati di medan perang dengan niat bersungguh-sungguh menegakkan agama Allah SWT.

Keistimewaan :

Keistimewaan mati syahid dalam agama Islam dituliskan dalam Quran surat An-Nisa ayat 74. Allah SWT berfirman bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan pahala yang besar.

Artinya: Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.

Wallahu a'lam.


No comments:

Post a Comment